Rabu, 21 Januari 2009

keals ip

1. Apa itu IP address?
Bagaimana komputer-komputer yang terhubung ke jaringan internet saling berhubungan dan mengirimkan pesan? Masalah ini analog dengan masalah pengiriman surat di dunia nyata. Misalkan saya yang berdomisili di Aquarius 16 Bandung ingin mengirim surat kepada Hifni yang beralamat di jalan xxx no 100 Condongcatur Sleman. Pertama, saya akan menuliskan isi surat saya dalam sebuah kertas. Lalu surat tersebut akan saya masukkan ke dalam amplop. Mengapa saya masukkan ke dalam amplop? Agar surat saya terlindung. Dengan menggunakan amplop, resiko kerusakan surat saya akan lebih kecil daripada tidak menggunakan amplop. Setelah itu akan saya tuliskan alamat Hifni pada amplop surat tersebut, dan tak lupa nama Hifni, karena jika tidak dituliskan namanya, surat tersebut bisa nyasar ke kakak atau adiknya. Saya juga menuliskan nama dan alamat saya pada bagian belakang amplop, agar apabila Hifni ingin membalas surat saya, dia mengetahui alamat saya. Apabila alamat surat tersebut benar, prangkonya cukup, dan rute menuju rumah Hifni bisa dilalui, surat tersebut pasti akan sampai.

Pada kuliah pertama ini kita akan membahas salah satu komponen penting dalam jaringan komputer. Komponen itu adalah IP (Internet Protocol) address, yang analog dengan alamat rumah pada pengiriman surat di atas. IP address (versi 4) tersusun atas bilangan biner (0 dan 1) sepanjang 32 bit (binary digit) yang terbagi atas empat segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit. Artinya memiliki nilai desimal 0 (00000000) sampai 255 (11111111). Jadi secara kasar dapat disimpulkan bahwa jumlah alamat yang bisa dipakai oleh komputer di seluruh dunia yang terhubung ke internet sebanyak 232 buah (walaupun ada IP tertentu yang tidak dipakai dengan alasan khusus). Untuk mempermudah pembacaan, alamat IP tersebut biasanya dituliskan dalam bilangan desimal misalnya 167.205.35.31. Struktur alamat IP dibagi menjadi dua bagian yaitu Network ID dan Host ID. Sesuai namanya, Network ID berfungsi mengidentifikasi pada jaringan mana suatu komputer berada, sementara Host ID berfungsi mengidentifikasi suatu komputer (host) pada suatu jaringan. Dalam satu jaringan, host ID harus unik, sebagaimana analogi dalam satu jalan, tidak boleh ada rumah dengan nomor sama. Jaringan yang berbeda network idnya dipisahkan oleh router.
2. Kelas-kelas IP address
IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.
Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.
Kelas B :
- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- 2 bit pertama : 10
- Panjang Network ID : 16 bit
- Panjang Host ID : 16 bit
- Byte pertama : 128 – 191
- Jumlah : 16.384 kelas B
- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar. Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B (terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.
Kelas C :
- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
- 3 bit pertama : 110
- Panjang Network ID : 24 bit
- Panjang Host ID : 8 bit
- Byte pertama : 192 – 223
- Jumlah : 2.097.152 kelas C
- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.
IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.
3. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan IP address
Aturan dasar pemilihan Network ID dan Host ID :
- Network ID tidak boleh bernilai 127. Karena Network ID 127 digunakan sebagai alamat loopback yaitu alamat yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 255 (seluruh bit diset 1). Nework ID atau Host ID yang seluruhnya bernilai 255 adalah alamat broadcast jaringan tersebut. Apabila dikirimkan pesan kepada alamt broadcast maka seluruh host pada jaringan tersebut akan menerima pesan itu.

- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 0 (seluruh bit diset 0). Alamat IP dengan host id semuanya bernilai 0 diartikan sebagai alamat network yang menunjuk ke jaringan, bukan ke host.
- Host ID harus unik dalam satu network.
4. Penutup
Jadi, dengan semakin berkembangnya pengguna internet, alamat IP yang tersedia pun semakin sedikit. Perancang IP address dulu tidak menyangka bahwa perkembangan internet akan sedemikian pesat. Lalu bagaimana solusinya? Ada beberapa alternatif yang kini tengah dilakukan. Pertama melakukan penghematan pemakaian IP address dengan cara Subnetting, Supernetting, NAT, dll. Kedua, melakukan migrasi dari IP versi 4 ke IP versi 6 yang mempunyai alokasi sampai 3,4 x 1038.

Untuk melihat konfigurasi IP Anda, buka command prompt (Windows) lalu ketikkan ipconfig /all, lalu tekan enter. Untuk UNIX, buka shell/terminal lalu ketikkan ifconfig lalu tekan enter. IP address pada komputer dapat ditentukan secara static maupun dynamic. Penentuan secara static dilakukan dengan mengeset alamat IP pada komputer secara langsung. Sedangkan penentuan secara dynamic dilakukan dengan menggunakan dial up ke ISP (internet service provider) atau dengan cara menghubungkan diri dengan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Sebagai contoh, komputer di lab Informatika Dasar I Teknik Informatika ITB mendapatkan IPnya secara dynamic melalui server ns.if.itb.ac.id sehingga alamat IPnya pada suatu saat bisa berubah secara otomatis. Keuntungan menggunakan DHCP adalah mampu mencegah IP conflict atau terdapatnya IP address yang sama pada satu jaringan.
5. Referensi
- Onno W. Purbo, Adnan Basalamah, Ismail Fahmi, Achmad Husni Thamrin. TCP/IP Standar, Desain, dan Implementasi.2002.Elex Media Komputindo:Jakarta.
- Aulia K. Arif, Onno W. Purbo. Konsep IP Address di Internet.
- Wahyu Hidayat, Affan Basalamah, Dikshie Fauzie. IPv6 di ITB.

GUI


SAP GUI Java Di Open SuSe 10.2

Ada kecenderungan SAP memasukkan fitur-fitur yang dimiliki bahasa Java kedalam ABAP. Berikut ini adalah langkah-langkah bagaimana menginstall SAP R/3 with java pada Open SuSe 10.2.

Apa itu SAP? SAP singkatan dari System Application and Product in data processing. Adalah
aplikasi untuk mempermudah perusahaan untuk men-support segala kegiatan operasional dan
produksi secara efektif dan efisien. Sebenarnya banyak produk-produk SAP ini, tapi yang paling
terkenal adalah SAP R/3 yang merupakan aplikasi yang memberikan solusi terhadap konsep
ERP (Enterprise Resource Planning).

Apa itu ABAP? ABAP adalah suatu bahasa pemrograman yang pertama kali dikembangkan
pada tahun ‘80an. Awalnya diperuntukan sebagai bahasa untuk laporan (report language) khusus
untuk SAP R/2 (Sistem SAP yang jalan di komputer mainframe) yang merupakan platform yang
memungkin perusahaan besar mengembangkan aplikasi bisnis untuk logistik dan keuangan.


PHP dan Aplikasi GUI
Saat ini kita dapat menemukan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi GUI dengan menggunakan PHP. Solusi yang ada dan cukup banyak dikenal saat ini adalah: PHP-GTK, WinBinder, dan PHP-QT.

Sayangnya, walaupun solusi untuk pembangunan aplikasi GUI menggunakan PHP sudah tersedia, kita masih "belum" dapat menemukan aplikasi GUI komersial berskala enterprise yang dibangun dengan menggunakan PHP. Mengapa hal ini bisa terjadi? Beberapa penyebab yang mendasari minimnya penggunaan PHP dalam pembangunan aplikasi GUI adalah sebagai berikut.


Belum mature-nya solusi yang ada. Hal ini menyebabkan developer enggan untuk menggunakan PHP untuk membangun aplikasi GUI komersial
Perkembangan dari solusi-solusi tersebut masih kurang cepat
Tingkat kesulitan pembangunan aplikasi GUI menggunakan PHP masih relatif tinggi
Kemampuan yang dimiliki PHP untuk pembangunan aplikasi GUI masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yang sudah lebih dahulu digunakan untuk pembangunan aplikasi GUI, misalnya Java, C# dan C++
Serta berbagai alasan lainnya
Untuk menjawab berbagai masalah tersebut di atas, saat ini tengah dikembangkan sebuah solusi baru untuk membantu pembangunan aplikasi GUI menggunakan PHP. Solusi baru tersebut adalah Klorofil Platform. Klorofil Platform dibangun oleh suatu komunitas yang bernama Klorofil Collaboration Project atau dikenal juga dengan nama Klorofil. Di dalam Klorofil Platform terdapat sebuah GUI framework yang bernama gambArt. GUI framework inilah yang dapat kita gunakan untuk membangun aplikasi GUI menggunakan PHP.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Klorofil Platform, gambArt, dan lain sebagainya, kita akan melihat terlebih dahulu salah satu aplikasi yang dibangun menggunakan gambArt.


Gambar kalkulator yang anda lihat adalah dibangun dengan menggunakan PHP dan gambArt.
Kesimpulan
Dari artikel ini, kita dapat melihat bahwasanya kita telah dapat menggunakan PHP untuk membangun aplikasi GUI dengan menggunakan GUI framework dari Klorofil Platform yang bernama gambArt. Saat ini, gambArt juga sudah menyediakan berbagai komponen dasar yang cukup lengkap.

Pada versi-versi berikutnya, Klorofil akan terus berusaha untuk menambahkan komponen-komponen lainnya. Selain itu, pembangunan GUI builder akan menjadi salah satu prioritas utama. Dengan adanya GUI builder, pembangunan aplikasi dengan gambArt akan menjadi jauh lebih mudah.

Tentunya, artikel ini hanyalah berisi gambaran umum dari Klorofil Platform dan gambArt. Informasi lebih lanjut mengenai Klorofil Platform dapat dilihat di website Klorofil dan dokumentasi yang tersedia secara online.

Jika Anda menginginkan informasi dan tutorial mengenai Klorofil Platform dalam bahasa Indonesia, Anda dapat mengunjungi Saltanera DevSpace. Saltanera DevSpace merupakan website yang disediakan bagi komunitas developer.

Langkah Selanjutnya ...
Dapatkan informasi lebih lanjut dengan mengunjungi website Klorofil
Download Klorofil Platform beserta contoh aplikasi di Klorofil Download Center
Kunjungi Klorofil Online Documentation untuk mengetahui lebih jauh mengenai Klorofil Platform dan cara pemakaiannya
Mendaftarlah pada atau Klorofil Feed untuk mendapatkan notifikasi release baru maupun update website Klorofil
Bergabung dengan Klorofil Forum untuk mengajukan/menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar gambArt
Cobalah untuk membangun aplikasi sederhana dengan menggunakan gambArt
Kirimkanlah deskripsi dari aplikasi yang telah dibuat agar dapat ditampilkan pada website Klorofil

Senin, 19 Januari 2009

LAN

Mendesain suatu LAN yang sederhana untuk 1 atau 2 server dan 2 sampai 12 workstation adalah relatif sangat mudah. Cukup dengan menghubungkan server dan workstation tersebut dengan suatu hub atau switch, maka kita sudah dapat membuat suatu LAN yang dapat bekerja dengan baik. Namun jika workstation berjumlah banyak dan berada di lantai atau gedung yang berlainan, seperti jaringan untuk kampus, perencanaan atau desain suatu LAN tidaklah terlalu mudah. Banyak faktor yang harus kita perhatikan agar LAN dapat bekerja dengan baik .
Untuk mendesain LAN yang kompleks kita dapat mempergunakan desain hirarki. Model Hirarki adalah suatu model untuk mendesain jaringan komputer yang banyak dipakai oleh para perancang jaringan. Dengan model desain hirarki ini, jaringan dibagi di dalam tiga lapisan yang berdiri sendiri-sendiri. Ketiga lapisan model desain hirarki adalah sebagai berikut

Lapisan Inti (Core)

Lapisan ini merupakan tulang punggung (backbone) dari jaringan. Didalam lapisan ini, data diteruskan secepatnya menggunakan metode dan protokol jaringan yang tercepat (high speed).

Lapisan Distribusi (Distribution)

pada lapisan ini, diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen berdasarkan peraturan yang akan dipakai oleh suatu perusahaan, misalnya jaringan dibagi berdsarkan departemen-departemen

Lapisan Akses

Pada lapisan akses ini, komputer pemakai dihubungkan untuk akses ke jaringan. Pada lapisan ini penyaringan paket data yang lebih spesifik dapat dilakukan untuk mencegah akses ke suatu komputer tertentu

Contoh jaringan dengan model hirarki tampak pada gambar berikut




Latihan 1 (Praktek)

- berdasarkan desain LAN dibawah ini, buatlah 4 kelompok agar dapat merancang
jaringan seperti desain dibawah ini. Gunakan peralatan yang telah tersedia

- masing-masing kelompok disediakan 1 switch, 3 kabel straight-trought, 1 kabel
cross-over dan 3 PC.

- Masing masing kelompok hanya boleh mengatur satu segmen jaringan yang telah
ditentukan

- Hubungkan kabel ke peralatan yang telah tersedia, sehingga masing-masing
kelompok terhubung secara fisik, seperti pada gambar dibawah ini

- Tentukan IP address masing-masing kelompok berdasarkan alamat network 192.168.50.0

- Tentukan nama komputer yang terhubung pada masing-masing segmen.

- Tentukan workgroup pada masing-masing segmen




Latihan 2 (Praktek)

- berdasarkan desain LAN dibawah ini, buatlah 4 kelompok agar dapat merancang
jaringan seperti desain dibawah ini. Gunakan peralatan yang telah tersedia

- masing-masing kelompok disediakan 1 switch, 3 kabel straight-trought, 1 kabel
cross-over dan 3 PC.

- Masing masing kelompok hanya boleh mengatur satu segmen jaringan yang telah
ditentukan

- Hubungkan kabel ke peralatan yang telah tersedia, sehingga masing-masing
kelompok terhubung secara fisik, seperti pada gambar dibawah ini.

- Tentukan IP address masing-masing kelompok berdasarkan alamat network
192.168.100.0

- Tentukan nama komputer yang terhubung pada masing-masing segmen.

- Tentukan workgroup pada masing-masing segmen.